21
Jun
09

Kenangan

Waktu menunjukkan pukul 3.42 AM.. Entah kenapa sampai jam segini belum ngantuk, uda nyoba tiduran selama 15 menit di kasur, tapi tetep aja ga tidur-tidur.. Apa karena efek dari tidur sore yang cuma tiga jam dari jam 5 sampe jam 8 ya? Tapi tiga jam kan cuma bentar banget..

Btw, kemarin-kemarin saya nonton film yang judulnya Welcome to the NHK. Pas awal-awal nonton ini sih, saya merasa biasa aja, malah sempet bosen nontonnya.. Tapi makin banyak episode yang ditonton, ternyata ceritanya bagus. Film ini menceritakan tentang perjalanan seorang hikikomori (orang yang sangat jarang keluar dari kamarnya dan sangat takut jika berada di keramaian) yang “berusaha” untuk melepaskan diri dari kehidupan hikikomori-nya.

Di salah satu episode mendekati akhir-akhir cerita, tiba saatnya bagi teman dekatnya untuk pergi meninggalkan dia dan kembali ke daerah asalnya. Di sini diputar suatu lagu yang saya tidak tahu apa judulnya. Tapi ada satu kalimat lagu ini yang membekas di pikiran saya. Sangat kebetulan ketika saya melihat kalimat tersebut, karena beberapa bulan yang lalu saya pernah mencari-cari kalimat ini tapi saya gagal menemukannya saat itu. Ketika itu saya sedang rindu-rindunya dengan kehidupan saya bertahun-tahun yang lalu. Kehidupan yang saya maksud di sini adalah segala sesuatu yang terjadi selama hidup ini, menyangkut segala hal, contohnya adalah pengalaman-pengalaman maupun teman.

Ketika itu saya sedang mengingat kembali segala hal yang telah saya alami bersama teman-teman saya dulu, entah itu teman SD, SMP, maupun teman SMA. Banyak sekali kejadian-kejadian yang terjadi. Semua terlintas dalam pikiran saya. Semua? Hhmm..mungkin saya sedang berbohong ketika saya mengetik kata semua, karena memang sepertinya mustahil jika kita mengingat semua kejadian-kejadian tersebut. Waktu itu saya berpikir bahwa memang benar saya tidak bisa mengingat semua kejadian-kejadian yang telah saya alami bersama teman-teman saya, tapi walaupun begitu mereka akan selalu ada dalam pikiran saya. Ketika itu saya bingung bagaimana mengutarakan hal tersebut dalam suatu kalimat yang indah.

Tapi seperti yang sudah saya tuliskan di awal postingan ini, secara kebetulan saya melihat satu kalimat dari lirik lagu film tersebut dan saya melihat bahwa kalimat tersebut menggambarkan apa yang saya rasakan.

~~ What you’ve obtain is a strange memory, that are forgotten but never lost ~~

Btw, tiba-tiba uda jam 4.41 AM.. Memang dibutuhkan waktu yang lama bagi seorang saya untuk menulis sesuatu..

Sebenernya sih uda tanggung kalo tidur jam segini..dan sepertinya rasa kantuk sudah menghilang. Tapi bagaimanapun harus tidur biar hari ini ga ngantuk-ngantukan…

Continue reading ‘Kenangan’

07
May
09

Cerita Tentang Katak Kecil

 

Pada suatu hari ada segerombol katak-katak kecil yang menggelar lomba lari

Tujuannya adalah mencapai puncak sebuah menara yang sangat tinggi .

Penonton berkumpul bersama  mengelilingi menara untuk menyaksikan  perlombaan dan memberi semangat kepada para peserta…

Perlombaan dimulai…

Secara jujur:
Tak satupun penonton benar2 percaya bahwa katak2 kecil akan bisa mencapai puncak menara.

Terdengar suara:
“Oh, jalannya terlalu sulitttt!!
Mereka  TIDAK AKAN PERNAH sampai ke puncak.”
atau:
“Tidak ada kesempatan untuk berhasil…Menaranya terlalu tinggi…!!

Continue reading ‘Cerita Tentang Katak Kecil’

05
May
09

Tentang Kebahagiaan

(Diambil dari salah satu milis yang saya ikuti)

 

Cerita berikut ini tentang “BAHAGIA” yang ternyata menjadi BAHAGIA adalah pilihan kita dan asalnya dari dalam diri kita bukan karena factor diluar kita.

John C Maxwell suatu ketika pernah didapuk menjadi seorang pembicara di sebuah seminar bersama istrinya. Ia dan istrinya, Margaret, diminta menjadi pembicara pada beberapa sesi secara terpisah. Ketika Maxwell sedang menjadi pembicara, istrinya selalu duduk di barisan terdepan dan mendengarkan seminar suaminya. Sebaliknya, ketika Margaret sedang menjadi pembicara di salah satu sesi, suaminya selalu menemaninya dari bangku paling depan.
Ceritanya, suatu ketika sang istri, Margaret, sedang menjadi pembicara di salah satu sesi seminar tentang kebahagiaan. Seperti biasa, Maxwell duduk di bangku paling depan dan mendengarkan. Dan di akhir sesi, semua pengunjung bertepuk tangan. Yang namanya seminar selalu ada interaksi dua arah dari peserta seminar juga kan ? (Kalau satu arah mah namanya khotbah.)
Di sesi tanya jawab itu, setelah beberapa pertanyaan, seorang ibu mengacungkan tangannya untuk bertanya. Ketika diberikan kesempatan, pertanyaan ibu itu seperti ini, “Miss Margaret, apakah suami Anda membuat Anda bahagia?”
Seluruh ruangan langsung terdiam. Satu pertanyaan yang bagus. Dan semua peserta penasaran menunggu jawaban Margaret. Margaret tampak berpikir beberapa saat dan kemudian menjawab, “Tidak.”
Seluruh ruangan langsung terkejut. “Tidak,” katanya sekali lagi, “John Maxwell tidak bisa membuatku bahagia.” Seisi ruangan langsung menoleh ke arah Maxwell. (Kebayang ga malunya Maxwell saat itu.) Dan Maxwell juga menoleh-noleh mencari pintu keluar. Rasanya ingin cepat-cepat keluar. Malu ui!
Kemudian, lanjut Margaret, “John Maxwell adalah seorang suami yang sangat baik. Ia tidak pernah berjudi, mabuk-mabukan, main serong. Ia setia, selalu memenuhi kebutuhan saya, baik jasmani maupun rohani. Tapi, tetap dia tidak bisa membuatku bahagia..”
Tiba-tiba ada suara bertanya, “Mengapa?”
“Karena,” jawabnya, “tidak ada seorang pun di dunia ini yang bertanggung jawab atas kebahagiaanku selain diriku sendiri.”
Dengan kata lain, maksud dari Margaret adalah, tidak ada orang lain yang bisa membuatmu bahagia. Baik itu pasangan hidupmu, sahabatmu, uangmu, hobimu. Semua itu tidak bisa membuatmu bahagia. Karena yang bisa membuat dirimu bahagia adalah dirimu sendiri.
Kamu bertanggung jawab atas dirimu sendiri. Kalau kamu sering merasa berkecukupan, tidak pernah punya perasaan minder, selalu percaya diri, kamu tidak akan merasa sedih. Sesungguhnya pola pikir kita yang menentukan apakah kita bahagia atau tidak, bukan faktor luar.

04
May
09

Virus The Legend of Aang

Mungkin sebenarnya virus ini sudah lama ada dan beredar di dunia perkomputeran, tapi berhubung saya baru tau kl virus ini ada dan akhirnya saya mendapatkan virus ini, jadi baru sekarang saya tulis mengenai virus ini.

Continue reading ‘Virus The Legend of Aang’

15
Apr
09

Pertanyaan Tentang Doa

Di suatu hari dan di suatu tempat saya mendengarkan pembicaraan tentang doa mendoakan.

Salah seorang teman meminta seluruh temannya untuk mendoakan salah seorang dari mereka agar bisa cepat sembuh dari sakitnya.

A: Mohon doanya ya buat temen kita yg bernama Z. Dia baru masuk rumah sakit gara-gara kecelakaan.

B: Apa agamanya? Muslim atau non-Muslim?

A: Emang ga boleh ya kalo doa pake asumsi atau default value? Kalo gitu pake if then else aja gimana?

B: Ya uda, pake if then else deh.. If Z Muslim then saya doakan supaya Z sembuh. Else saya tidak dapat mendoakannya karena doa Muslim tidak sampai ke non-Muslim.

A: Yaahh..jangan SARA gitu dong.. Urusan doa kita sampai ga sampai itu kan urusan yang Di Atas… Lagian menurut orang yang dianggap berilmu dalam agama Islam, boleh kok kita mendoakan orang yang sakit, tidak melihat apakah dia seorang Muslim atau non-Muslim. Lagian, kan ada cerita di mana orang kafir yang biasanya meludahi Rasulullah sakit dan Rasulullah menjenguk dan mendoakannya…

Demikian sepotong pembicaraan yang saya dengarkan.. Sampai di sini rasa keingintahuan saya timbul dan muncul pertanyaan dalam diri saya:

“Apakah Muslim mau menerima kalau dia didoakan oleh orang kafir?”

Saya bertanya hanya untuk memuaskan rasa keingintahuan saya, tidak ada niat lain. Jadi bagi yang bisa menjawabnya dan mempunyai keinginan untuk menjawabnya, tolong tulisan ini dikomentari..

Terima kasih..

10
Apr
09

Jumat Agung

Yohanes 18 : 1 – 40, 19 : 1 – 42

Kristus taat untuk kita sampai wafat-Nya di salib. Dari sebab itulah Allah mengagungkan Dia. Nama yang paling luhur dianugerahkan kepada-Nya.

Continue reading ‘Jumat Agung’